Saturday, June 30, 2007

Selamat, Ya...

Kembali, sebagaimana bulan lalu, hari ini adalah hari terakhir di bulan ini pada tahun ini. Kali ini, setidaknya ada dua momen yg aku catat sebagai sesuatu yg spesial.

Pertama, temanku Dhika, hari ini melangsungkan pernikahannya di Jakarta. Sebenarnya dia tuh adik kelas SMA-ku, walo ga ketemu. Aku taunya ya di dunia sini, dunia maya. Terus terang walo dia adik kelas, lebih muda, harus kuakui dia banyak memiliki kelebihan dibanding aku. Liat aja sendiri blognya. Anda bisa merasakan kelebihan itu. Tidak hanya kelebihan dalam hal kemampuan, ketrampilan, ato kepintaran. Namun, juga dalam hal kebaikannya; akan terasakan di dalam blognya.
Yaa, hari ini menjadi hari yg baru bagimu, Dhik. Hari yg baru untuk memulai kebaikan2 yg lainnya lagi. Lebih banyak lagi potensi kebaikan yg ada di depanmu daripada sebelumnya. Makin luas medan kebaikan yg bisa engkau lakukan, dibanding ketika engkau sendirian. Walo juga, makin bertambah ujian yg mengiringinya. Namun, smua (ujian) itu tidaklah ada dan terjadi melainkan akan makin meningkatkan kebaikan yg ada padamu, ketika kamu bisa menghadapi & menaklukkannya.
Semoga barakah Allah dilimpahkan bagimu & keluargamu, Dhik. Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a bainakumaa fii khairin.

Kedua, terkait dengan sosok seorang wanita yg tangguh. Dia teman kuliahku dulu. Satu jurusan, satu angkatan. Di sela2 waktunya yg tidak banyak -sebagaimana waktu yg kita miliki juga, sama banyaknya- dia harus pandai2 membagi waktunya untuk berbagai aktivitasnya. Untuk mengurus & mendidik anaknya, melayani suaminya, melakukan kerjaan2 kantornya, aktivitas di yayasannya, dan .. ya, tentunya aktivitas untuk dirinya sendiri jugalah.
Munkin di antara Anda, ada juga yg seperti dia. Anda bisa merasakannya sendiri. Seperti apa repotnya. Seorang ibu, ...yg demikian. Di balik kerepotannya, sungguh kita tau ada kemuliaannya, ketika smuanya bisa dipenuhi hak2nya.

Menghadapi & mendidik anak adalah sesuatu yg lumrah & semestinya dilakukan oleh ibu/orang tua. Tapi, kita juga tau bagaimana sih, kalo kita berhadapan dg mereka? Mereka yg masih punya dunianya sendiri, yg penuh dg imajinasi, yg seringkali belum bisa nyambung dengan logika kita pada saat kita ingin menasihatinya, misalkan. Apalagi kalo jumlahnya tidak hanya satu. Adalah sesuatu yg kerap terjadi, bila mereka rebutan sesuatu mainan ato lainnya. Ya, perlu ketelatenan, peduli, empati.
Demikian pula terhadap suami. Ada kewajiban lain yg mesti ditunaikan, di samping ada hal yg bisa dilakukan dengan saling membantu. Terhadap kerjaan dan aktivitas di luar pun tidak beda. Ada tugas2 yg mesti diselesaikan. Pun, dia tidak boleh melupakan kebutuhan dirinya. Apalagi dengan kegiatannya yg tidak sedikit. Dia perlu menjaga kondisinya. Dia perlu mendidik dirinya, agar terus bertambah pengetahuannya. Agar dia tetap bisa memberikan kebaikannya kepada yg lainnya.

Pada hari ini, wanita itu, teman kuliahku dulu, telah bertambah satu tahun usianya. Sudah selayaknya aku mengucapkan selamat kepadanya. Terima kasih kepadanya. Apalagi dia adalah pasanganku. Isteriku. Yg selama ini telah menemaniku, membantuku, melahirkan dan mendidik anak2, dengan segala lika-likunya.
Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga sisa umur yg ada, Allah karuniakan keberkahan sehingga akan membuahkan banyak lagi manfaat. Manfaat untuk anak, manfaat untuk kita, manfaat untuk orang lain, juga manfaat untukmu.

Zuzazu juga ngucapin selamat untuk Umi. "Selamat ulang tahun, Umi ya. Semoga Umi tambah sabar menghadapi kreativitas kami", hehehehehe :D Abang Zufar berharap dapat adik perempuan; Mas Zahron minta adik laki lagi; hmm... Zuhair..?? :))

2 comments:

Toko Fiara said...

semoga Umi dr 3 jagoan bisa lebih istiqomah, sabar, n Allah selalu melindungi Umi..

angin-berbisik said...

semoga besok suamiku bisa menulis kata2 indah untukku, seperti yg mas lakukan utk istri mas...bravo...