Rajab telah berkunjung
sebentar lagi Sya'ban menyusul
dan di belakangnya sudah menanti Ramadhan,
tamu agung yg akan menghampiri kita juga
Semoga kita bisa bertemu dengannya
berakrab-akrab dengannya
mengisi waktu-waktunya
belajar & mengambil hikmah padanya
Kebayang, kan..
gimana indahnya suasana ramadhan
orang-orang baik makin bertambah di bulan itu
pula, kebaikan menemukan masa yg kondusif
dan, orang mudah tergerak & berlomba untuk berbuat baik
Ah, andainya smua bulan di satu tahun adalah Ramadhan..
sebagaimana para sahabat punya harap & berkeinginan
:-?
* * *
"Abi / Ummi, kapan ya Ramadhan lagi..
Abang seneng lho, kalo udah Ramadhan"
ungkapan Abang pada Abi & Umminya, suatu hari.
Rasa rindu yg tidak/belum bisa digambarkan dengan kata-katannya yg lebih detil, tidak juga dengan / melalui gambar-gambarnya yg dia memang suka melakukan aktivitas itu.
insya Allah kita sedang menanti kehadirannya
semoga Ramadhan yg kurang dari dua bulan lagi ini adalah Ramadhan yg lebih baik lagi bagi kita dibandingkan yg sebelumnya
Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Thursday, July 10, 2008
Thursday, September 6, 2007
Sambutlah tamu yg akan segera hadir
Di bawah ini aku kutipkan beberapa sabda Rasul saw. Semoga bisa ikut memberikan suasana yg lebih 'kondusif' utk Ramadhan kita tahun ini. Tulisan tersebut aku ambil dari buku ini, bukunya bagus untuk dijadikan salah satu panduan ramadhan di rumah kita.
Kalau di sini, temen2 bisa dapatkan khutbah Rasulullah sebelum/menyambut Ramadhan.
* * *
Ketika tiba bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh barakah, yg di dalamnya Allah mewajibkan puasa, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yg lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yg tidak mendapat kebaikannya (Ramadhan), sungguh ia telah merugi.” (HR Imam Ahmad)
Salman al-Farisi ra bertutur, Rasulullah saw berceramah kepada kami di akhir Sya’ban:
“Wahai manusia! Bulan yg agung telah menaungi kalian, bulan penuh berkah yg di dalamnya ada satu malam yg lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai amalan wajib, dan menetapkan qiyamullailnya (shalat tarawih) sebagai sunnah. Barangsiapa bertaqarrub kepada-Nya dengan suatu kebaikan (amalan wajib) maka ia bagaikan melakukan tujuh puluh kali amalan wajib di bulan lainnya. Bulan itu adalah bulan berderma, bulan yg di dalamnya rezeki orang mukmin ditambah. Barangsiapa yg memberi menu berbuka bagi orang yg berpuasa maka hal itu akan menjadi pengampunan bagi dosa-dosanya, menjadi pembebasnya dari api neraka, dan akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yg berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikit pun.”
Para sahabat bertanya, “Ya Rasulallah! Tidak semua dari kami memiliki makan untuk diberikan kepada orang yg berpuasa.” Rasulullah menjawab, “Allah akan memberikan pahala itu kepada orang yg memberikan makanan ifthor walaupun dengan sebiji kurma atau seteguk air putih atau air yg dicampur susu. Bulan ini adalah bulan yg awalnya adalah rahmah, pertengahannya adalah maghfirah, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Karena itu, perbanyaklah melakukan empat perkara. Dua perkara menyebabkan Rabb kalian ridha kepada kalian dan dua perkara lagi membuat kalian tercukupi. Dua perkara yg pertama adalah kesaksian bahwa tiada ilah selain Allah dan beristighfar kepada-Nya. Dan dua perkara lainnya yg membuat kalian tercukupi adalah permintaan kalian terhadap surga dan perlindungan dari api neraka.” (HR Imam Ibnu Khuzaimah)
Bila datang malam pertama bulan Ramadhan maka setan-setan dan jin-jin dipenjara, pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pun yg tertutup, dan para penyeru (malaikat) memanggil, ‘Wahai para pemburu kebaikan! Sambutlah (kedatangan Ramadhan). Hai para pendurhaka! Kurangilah perbuatan maksiyat.’ Allah membebaskan (orang-orang beriman) dari pedihnya siksa neraka, dan hal itu berlangsung setiap malam. (HR Imam Tirmidzi)
* nih, asal gambarnya
Wednesday, August 29, 2007
Di Tengah Keletihanku, Tamu itu Makin Mendekat
Di luar itu, yg menambah kelelahanku adalah adanya tugas kepanitiaan di kampung pada tujuhbelasan kemaren. Yg membuatku tambah lelah lagi secara psikis adalah kenyataan yg terjadi bahwa panitia yg ada tidak berjalan dg baik & optimal. Banyak agenda yg dihandle oleh pengurus RT nya langsung. Aku yg memang sebenarnya kurang terbiasa ngurus & ngikutin acara2 kekgituan (tau sendiri, kan...tujuhbelasan itu kek apa?), hanya sekadar ngebantu jadi sekretaris panitianya, jadi makin nggak enak. Sang ketua -boss panitia ini- sering nggak muncul (dg berbage alasannya), panitia yg laen belum terkoordinasi dg baek. Jadilah acara2 tujuhbelasan itu berjalan seadanya. Tetep 'alhamdulillah' sih, acaranya bisa berjalan. Tapi, ya .. itu, bejalannya dg cukup 'sempoyongan'. Memang, akhirnya yg kami prioritaskan adalah acara utk anak2 (buat nggembirain mereka) dan jalan santai. Yg terakhir ini merupakan acara taonan yg selalu diadakan; jalan2 bareng, banyak keluarga satu kampung/RT, terus bagi2 durprez.
Dua kesibukan tadi masih harus disertai dg aktivitas tetepku di luar kerjaan, yg biasanya kulakukan pada waktu malam harinya, setelah pulang kantor. Kegiatan bersama temen2 utk saling berbagi tentang keberislaman kita. Biar kita tidak hanya berislam karena keturunan aja. Biar kita makin bertambah wawasan kita. Biar kita makin tau & makin bisa menyesuaikan diri lebih dekat dg apa yg kita anut. Juga, untuk selanjutnya, biar kita bisa ikut berbagi ato membagikannya -ilmu ato pengalaman itu- ke orang laen. Makanya, kalo dirasa memunkinkan -dalam forum sharing/ta'lim itu- biasanya sekalian kita bikin agenda acara laen yg bisa memberi manfaat ke orang laen yg lebih banyak.
Di tengah2 aktivitas macam itulah -juga tentunya rutinitas dalam keluarga yg tetep berjalan- lelah & cape' itu menghinggapi. Parahnya, rutinitas laen yg mestinya bisa kujaga pula dg baek, malahan terlalaikan. Tilawah quran ku cukup berantakan. Hubunganku dg Yg di Atas, walo tetep dilakukan -& selalu dijaga utk bisa shalat jamaah, misalnya- namun kurang terasa kenikmatannya. 'Tarikan' bumi nampaknya cukup kuat menyedot energiku.
Berhenti sejenak utk menata kembali, kukira pilihan bijak yg mesti dilakukan.
* * *
Kurang lebih dua pekan lagi Tamu Agung itu kan hadir. Aku harus bisa menyambutnya dengan sebaik2nya. Menghormati dan menghargainya. Memuliakannya, sebagaimana tamu lain yg juga sangat disarankan bagi kita utk memuliakannya. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya”.
Sembari menata kembali, lepas dari jeratan kesibukan yg 'nggak-tekendali-lagi', sekaligus siap2 menyambut Tamu Agung yg sudah makin dekat, hampir sampai di depan pintu rumah. Aku harus menata diri dulu. Agar aku pantas dan sopan dalam menyambut kedatangannya. Agar dia juga betah bertamu kepadaku. Agar dia tidak segan2 memberikan hadiah yg bermanfaat buatku. Agar dia tidak kecewa menghampiriku. Agar dia bisa menceritakan kegembiraan dan kepuasannya selama bertamu ke tempatku, ketika dia saatnya pergi kembali nanti.
AHLAN WA SAHLAN YAA RAMADHAAN
Selamat datang wahai bulan suci Ramadhan
*gambare saka kene*
Subscribe to:
Posts (Atom)

